Janjikan Proyek, Polres Tarakan Ciduk Staf PU Kaltim

Janjikan Proyek, Polres Tarakan Ciduk Staf PU Kaltim

Denya.co.id – Polres Tarakan berhasil mengunkap kasus penipuan dengan modus menjanjikan proyek kepada korbannya. Muhammad Tofiq, salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bagian Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kalimantan Timur (Kaltim), terpaksa harus mendekam di sel tahanan Polres Tarakan.

Menurut Kapolres Tarakan AKBP Dani Hamdani, melalui KBO Satreskrim Polres Tarakan, Iptu Sudaryanto, modus yang digunakan Tofiq, adalah menjanjikan proyek kepada korbannya Umar Syarif, salah satu kontraktor di Tarakan yang menjadi korban. Mulanya, Tofiq pada tahun 2015 silam menjanajikan sebuah proyek yang didanai Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim.

Proyek yang dijanjikan berupa pengerjaan pipa HDPE dengan diameter 150 milimeter di Kabupaten Berau.

“Waktu menawarkan proyek tersebut, Tofiq sempat meminta uang kepada Umar Syarif. Karena ingin mendapatkan proyek tersebut, Umar akhirnya memberikan uang tersebut dengan besaran Rp 42 juta, yang ditransfer melalui salah satu bank yang ada di Tarakan,” ujar Sudaryanto, saat ditemui di ruang kerjanya.

Pengerjaan proyek pipa khusus untuk instalasi air bersih dengan temperatur dingin maupun panas ini, seharusnya sudah berjalan. Namun, proyek yang dijanjikan tidak sampai ke tangan Umar. Tetapi uang yang sudah dikirim tidak kunjung dikembalikan.

“Tujuan awalnya memang untuk lobi lelang pipa itu, supaya menang tender, makanya korban bersedia mengirimkan uang kepada tersangka beberapa kali sampai akhirnya berjumlah Rp 42 juta lebih. Tetapi, uang tersebut bukannya dipakai untuk melobi, malah digunakan sendiri oleh tersangka,” kata Sudaryanto.

Setelah menerima laporan, Tofiq ditetapkan sebagai tersangka dan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Sebenarnya antara korban dan tersangka sudah ada perjanjian untuk mengembalikan uang tersebut. Tetapi setelah ditungu-tunggu, uang tersebut tidak kunjung dikembalikan dan hanya berjanji saja. Kemudian, tersangka kami jemput di Samarinda atas kerja sama dengan Polsek Sungai Kunjang di Samarinda setelah Polres Tarakan mengeluarkan DPO,” bebernya.

Meskipun tersangka merupakan warga Samarinda dan proyek yang dijanjikan berada di Berau, tetapi korban penipuan merupakan warga Tarakan.

“Proses transfer dilakukan korban di Tarakan, selain itu korbanya juga masih tercatat sebagai warga Tarakan. Untuk tersangkanya sudah masuk ke dalam sel sejak 22 Januari yang lalu. Untuk ancamannya, tersangka akan kami kenakan Pasal 378 atau Pasal 372 tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman pidana lebih dari 3 tahun penjara,” tegasnya.

Related Posts---